Kontak Kami

Jl. Terusan Pesantren No. 102, Sukamiskin Arcamanik 40294 

info@sygmafoundation.org

+62 812 4000 3156

Kategori: News

learning to und 1
ACARANewsSekolah

Pentingnya belajar untuk saling memahami (Juara 3 Lomba Menulis)

Mengapa harus membaca selagi masih bisa mendengar?

Seseorang mengatakan apakah membaca itu penting?, kita masih bisa mendengar bukan?

Sebagian orang mungkin mengangap bahwa membaca adalah hal yang sepele dan menganggap suara pendengaran sudah cukup, siapa orang itu? Yaitu orang yang dari kecil tidak pernah mengenal kata baca dan sibuk dengan mendengar, mereka yang sewaktu kecil tidak pernah ada arahan hanya mengandalkan pendengaran akan menganggap bahwa pembaca itu tidak penting selagi masih bisa mendengar.

Lalu Bagaimana dengan mereka yang dari kecil yang sudah bercukupan dan mampu membaca secara lisan maupun tulisan, tetapi tidak dapat mendengar karena indra pendengar mereka bermasalah??

Yuk Simak ceritanya…

         Di pagi hari ada seorang anak yang sangat ceria sedang bermain Bersama ke empat temannya, anak yang pertama Bernama dewa yang kedua Bernama langit yang ketiga Bernama Farhan dan yang terakhir Bernama syam.

Dewa ini anak sebatang kara yang hidupnya kesana kesini tanpa ada tempat tinggal tetap, ia akan pergi mencari kerjaan pada waktu siang dan main Kembali waktu sore, tempat sekarang yang ia tinggali adalah sebuah masjid yang ia lewati setelah Lelah perjalanan, Dewa yang kini berusia 12 tahun.Sedangkan langit, Farhan dan syam adalah penduduk asli yang tinggal di sana, mereka berusia 10 tahun, Farhan dan syam ini anak nya sangat antusias dan bersemangat sedangkan langit cenderung pendiam.

Dewa yang saat itu ikut bermain mulai menyesuaikan dengan mereka, dewa pikir langit malas bermain dan ia berinisiatip mengajak nya bermain dengan memanggil Namanya, namun setelah di panggil berulang kali oleh dewa langit tidak merespon nya malah seakan acuh dan tidak mendengar, sontak hal itu membuat dewa geram dan menghampirinya, dewa yang sudah berdiri di depan langit lagi lagi mengajak nya bermain, namun hal itu seakan sama saja langit lagi lagi tidak mendengar nya dewa pun mendorongnya dan seketika teman nya Farhan dan syam datang memberitahu bahwa langit ternyata tidak dapat mendengar, hal itu mengejutkan dewa dan dewa pun menghampiri langit dan mengatakan maaf.

                setelah beberapa saat kejadian itu dewa duduk di depan langit, langit yang tak mengerti hanya memperhatikan saja, disitu langit memberikan sebuah kertas dan pensil nya untuk dewa menulis sebab langit tidak dapat mendengar, namun hal itu membuat dewa terdiam, dia ingin memberi tahu bahwa dirinya tidak dapat menulis maupun membaca.

Karena saling terdiam lama ayah langit datang dan mengajak langit pulang, namun langit memberi tahu sang ayah bahwa anak didepannya adalah teman barunya namun tidak mau menulis untuk memberi tahu Namanya, sang ayah yang mulai mengetahui bahwa anak didepannya tidak dapat menulis langsung menanyakan pada dewa.

Dewa pun memberitahu Namanya dan semua tentangnya yang kini tinggal sendiri tidak punya siapa siapa dan kekurangannya yang tidak dapat menulis dan membaca. Ayah langit yang menderkan semua itu seakan tidak percaya dan mengajak dewa untuk kerumahnya, dan memberitahu sang istri tentang dewa sang istri memeritahu dewa bahwa cara berkomunikasi dengan langit adalah dengan menggunakan Bahasa isyarat.

Sang ayah berencana mengangkat dewa menjadi anak angkatnya untuk menemani langit, sang istri pun setuju dengan cara mengajarkan dewa membaca dan menulis serta berbahasa isyarat untuk dewa, namun dewa menolak sebab ia rasa mendengar sudah cukup.

Menerima penolakan itu orangtua langit mengajak dewa untuk mengobrol seputar kehidupan dewa sampai sampai dewa menganggap bahwa mendengar saja cukup, dewa menjelaskan bahwa dari kecil Ketika usia nya 5 tahun dewa hanya di asuh oleh orang yang seakan terpaksa mengurusnya lalu menyuruh segala hal dan menyiksa dewa sampai usia dewa 9 tahun, karena perlakukan ibu asuhnya itu dewa pun berniat pergi yang jauh sampai sampai ia menjalani hidup keras seorang diri seakan beban mentalnya sudah cukup untuk dirinya.

Mendengar cerita itu orangtua langit menceritakan bahwa pentingnya membaca dan menulis dan jangan hanya mengandalkan suara saja sebab itu tidak lah cukup, berapa lama usaha dan kerja keras perjuangan langit agar bisa mendengar?, sangat lah tidak mudah dan betapa frustasinya langit Ketika menginjak usia 7 tahun ia masih tidak bisa mendengar?, orang tua mana yang tidak sakit hati anak mereka satu satunya mengalami itu, segala cara mereka lakukan namun hasilnya masih sama? Apakah sia sia langit belajar menulis dan membaca?.  dewa yang mendengar itu seakan tertarik dan akhirnya luluh, orang tua langit senang sebab anaknya akan mendapatkan teman yang dapat mengerti dirinya tentang arti Bahasa isyarat.

apa mendengar sudah cukup, nyatanya belajar membaca dan menulis tidaklah sulit, janganlah menyepelekan sesuatu yang kita anggap tak penting nyatanya sangat penting untuk orang lain.

The struggle to 1
BeritaKegiatanNewsSekolah

Perjuangan menjadi sahabat Quran (Juara 2 Lomba Menulis)

Oleh: Azimi Muttaqin

Berawal dari backround yang bertolak belakang banget dengan tujuan hidup sekarang ini. Mulai dari kebiasaan nongkrong bareng sampai tengah malam bahkan hingga subuh menjelang, mengelola resto, musisi, dan lain sebagainya, yang semuanya pasti berhubungan dengan musik. Ya musik, siapa sih yang ga kenal dengan musik, hampir semua orang bahkan setiap suku di pelosok pun mengenalnya. Nikmat memang ketika mendengarkan musik pilihan sambil bersenandung (pada saat itu), sebagian orang menjadikannya sebagai hobi, apalagi kalau sudah menghasilkan puing-puing rupiah darinya.

Berbeda dengan dahulu saat kecil, terbiasa dengan amal shalih (mahdhoh dan atau ghair mahdhoh), termasuk tiada satu haripun terlewatkan tanpa tilawah Quran, satu RT ramai dengan suara kakak beradik beradu lantunan ayat suci J. Bahkan sempat menjuarai Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kota. Beberapa guru di sekolah menyebutkan namaku dihadapan siswa di kelas seakan menyarankan teman-teman untuk mencontoh bahwasannya  guruku acapkali mendengar saat aku sedang bertilawah. Banyak orang mengagumi perangaiku kala itu.

Rasanya ingin sekali melanjutkan amal shalih itu dan berencana menjadi seorang ‘Alim Ulama besar dunia. Namun takdir Allah berkata lain. Belum mendapat restu orangtua untuk memasuki pesantren favorit karena faktor penyakit yang aku alami saat itu.

Ada masa ketika harapan dan impian kita terhalang oleh tembok besar. Ada masa ketika doa dan permintaan kita tidak dikabulkan. Sayatan kekecewaan seketika datang menggurat dalam kalbu. Terasa begitu pedih dan enggan untuk melihat ke belakang. Seakan cahaya dunia meredup bersama terkuburnya asa dan cita.

Saat memasuki sekolah menengah mulailah mengenal trend masa remaja dari berbagai teman di sana. Bergaul dengan teman saat itu berpakaian ala barat, nongkrong dan bermusik. Kita mungkin mengenal pepatah “Keadaan di masa depan ditentukan oleh pilihan yang kita buat saat ini”. Seiring dengan bertambahnya usia, lewat musik dari menjadi hobi, pekerjaan dan menjalin pertemanan dengan banyak orang.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan “nyanyian” untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan”

(QS Luqman: 6).

Setiap insan pasti menginginkan kehidupan sukses dan bahagia dunia hingga akhirat. Rasanya yang aku rasakan saat itu bukanlah sebuah kebahagiaan, walaupun merasa mudah harta didapat, relasi di mana-mana, namun semakin aku dihadapkan dengan realitas kehidupan zaman post modernisme ini semakin aku ditunjukkan bahwa kebanyakan manusia gagal dalam mewujudkan cita dan asanya. Ketika manusia begitu serius dalam kehidupan mereka, begitu keras dalam perkara dunia, semakin gersang-lah spiritual, semakin jauh dengan tuhannya, semakin sedikit bekal untuk kembali diperistirahatan sejati.

Merasa tertipu karena mengikuti arus, meninggalkan islam sebagai jalan hidup, saat itu pun menjadi titik balik dan segera saya mencari pemahaman islam yang shahih. Saat itu terjadi di sebuah masjid besar kota, tepat setelah melaksanakan shalat 2 rakaat. Para jamaah diperdengarkan tausyiah dari seorang ustadz sebelum mengimami rangkaian shalat tarawih. Sebuah kalimat agung disampaikan kala itu, gendang telinga merespon gelombang suaranya, retina berhenti bergerak dan pupil terbuka lebar seakan ada medan magnet menelan perhatianku. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Rupanya setelah pencarian dalam mushaf kalimat tersebut berada tepat dalam Surah Thaha ayat ke-131, yang kemudian untaian kalimat berlanjut pada sebuah hadits

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.”

(Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052)

Saat itu pula isak tangisku akan semua fatamorgana yang membuat aku termabuk nikmat yang semu bertahun lamanya, tidak berhenti sampai di situ, sembari membuka mushaf dan sampai di ayat 53 surah Az-Zumar yang insya Allah sudah kita semua ketahui kandungannya. Baru aku sadari diriku tengah berdialog dengan Rabburrahman seakan meyakinkanku untuk terus mendekat dan berjuang mendapatkan maghfirah-Nya kini saatnya kembali kepada Rabbun Ghafur, memperbaiki setiap asa yang sempat terputus oleh api kemaksiatan.

Mulai dari sinilah, saat meninggalkan semua ajang pengotoran hati, yang menjauhkan dan atau membuat lalai dari Allah. Mulai mengikuti berbagai kajian dari yang umum hingga yang lebih spesifik lagi pada kajian kitab kuning yang berisikan ulumul syar’i. Awal pertemuan dengan kawan-kawan shaleh rasanya seperti tanjiro berhadapan dengan para pilar..?! kaku dan penuh dengan tekanan ^_^

Setelah memberanikan diri berbaur bertutur kata santun, seolah mengubah semua kekakuan itu. Frekuensi suara yang tidak lebih tinggi dari lawan bicara seakan menggambarkan ketulusan dan penuh kejujuran. Tak ada yang ditutupi, semua orang saling berbagi kebahagiaan ketika bersama dengan Quran, ditambah beberapa mereka menyetorkan hafalannya bertalaqi kepada sang guru, hampir tidak ada nada yang miss dari menyentuh kalbu ini. Membuat diriku tertarik untuk bisa melantunkan irama, makharijul huruf dan fashahah lisan yang sama seperti kawan-kawan saat itu. Mungkin inilah perkataan Nabi tentang bergaul dengan penjual minyak wangi dalam riwayat bukhari.

Beberapa semester aku jalani dengan istiqamah menuntut ilmu syar’i dan menghafal Quran. Namun sampai saat itu tetap saja hafalanku berada pada halaman yang sama sejak beberapa bulan kebelakang. Sontak diriku bertanya tentang masalah ini kepada masayikh dan mereka pun merespon dengan hal serupa bertanya, yaa bunay apakah ‘seruling’ itu masih bersenandung di kepalamu? Apakah kamu melakukan hal yang bertentangan dengan kalamullah?

Sangat sulit Quran dan musik berada di hati hamba yang bertakwa. Mereka bagaikan air dan minyak. Maka pilihan ada di tangan kita wahai saudaraku. Ya! Kalian yang berdiri pada barisan calon penjaga kalamullah.

 “Cinta Al-Quran dan cinta melodi nyanyian … tidak akan berkumpul di hati seorang hamba” (Nuniyyah Ibnul Qayyim hal. 368).

Hidup adalah pilihan maka segala sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi adalah hasil dari pilihan kita. Hidup ini hanya sebentar dan sekali, maka hiduplah seperti apa yang hendak kita pilih.

Kapan saat berlari atau menepi

Beberapa bulan berlalu setelah keluar dari lembaga tempat aku menimba ilmu, kembali aku disibukkan dengan pekerjaan dan perjuanganku dalam menghafal quran dipatahkan oleh godaan nafsu, apalagi manajemen waktu yang buruk membuat hampir tidak ada interaksi dengan Quran, Innaa lillaahi..!?

Seorang guru pernah berkata kepadaku, “jika kamu hafal Quran di lembaga Quran itu hal biasa, kamu hafal Quran di lingkungan orang-orang shalih itu hal biasa, namun jika hafal Quran di lingkungan luar yang penuh tantangan itu baru luar biasa!”.

Teringat akan hal itu, akupun berjuang melanjutkan hafalan siang malam. Setiap hafal 1 halaman keesokan harinya ditambah 2 halaman begitu seterusnya, sampai menginjak 1 juz. Alhasil 1 juz yang baru pun berhasil dihapal dan beberapa juz lainnya memudar bahkan banyak ayat yang lupa.

Mencoba untuk mengembalikan lagi ayat-ayat yang sudah kuperjuangkan dahulu dengan terus memurajaahnya, Alhamdulillah beberapa kembali dan hapalan di juz yang baru pun sedikit demi sedikit memudar. Beberapa dari antum pernah mengalami hal seperti ini bukan?

Jika pernah, berarti kita perlu tahu kapan saat kita terus berjuang menghapal kapan harus rehat sejenak agar semangat itu terisi kembali. Tentu dengan istirahat yang bobot nilai agar hidup kita pun punya value dan lebih bisa bermanfaat untuk umat. Salah satunya dengan mendengarkan kajian motivasi menghafal, agar kita merefresh kembali visi kita menghafal Quran, insya Allah akan mampu me-recharge kembali semangat itu.

Sisipkan minimal 1 hari dalam 1 minggu, dan perlu diingat oleh ikhwah sekalian jangan terburu-buru untuk memperoleh hasil, cukuplah Allah yang memberikan nikmat hapal itu dan berjuanglah terus agar Allah tertarik dengan ikhtiar langit dan dunia yang kita lakukan semata-mata untuk ibadah, menghamba, berharap Allah tetap cinta, senantiasa bersihkan hati (tazkiyatun nafs). Tetap husnuzhan dan yakin rencana Allah adalah yang terbaik, jika masih belum hapal juga yakinkan diri kita bahwa sesungguhnya ayat yang sulit itu meski sudah berulang kali dihafal ternyata sedang rindu untuk dibaca oleh lisan kita.

Jika memang masih saja stuck di ayat yang sama dan seringkali lupa, boleh jadi Allah ingin mengampuni dosa lisan kita dan menggantikannya dengan pahala. Siapapun kita dahulu, apapun latarbelakang kita selama Allah ampuni dosa kita dan punya mimpi besar menyandang gelar Al Hafihz ingatlah janji Allah, ingatlah para sahabat yang masa dulunya kelam namun di akhir hayat menjadi Khalifah pemimpin umat, bermain peran melestarikan Quran, bukankah kita juga diberikan kesempatan seperti itu? Teruslah berharap rahmat dan keberkahan dari-Nya. Yakinlah bahwa selama kita berjuang apalagi nilainya ibadah Allah akan balas semua itu dengan ganjaran yang lebih baik lagi.

Ketahuilah! Sesungguhnya bila kalian bersabar atas kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menikmati kesenangan yang panjang
(Thariq bin Ziyad)

WOMEN HIJAB AND 0
BeritaNewsSekolah

PEREMPUAN DAN LINGKUNGAN YANG MENGIKATNYA (Juara 1 Lomba Menulis)

Oleh: Muhammad Amrullah

Dari masa ke masa pastinya mempunyai polemik tersendiri. Dan perempuan selalu menjadi persoalan dari setiap masanya. Persoalan yang dimaksud disini ialah tentang posisi, dan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. Memang, isu feminisme rasanya tidak akan habis diperdebatkan dan diperbincangkan. Mulai dari sudut pandang agama, maupun budaya.

Feminisme jikalau ditelisik lebih mendalam mempunyai makna yang berbeda dengan emansipasi. Jikalau emansipasi wanita didefnisikan sebagai pandangan yang mengusung peran serta wanita di ruang publik. Sedangkan definisi dari feminisme lebih dari itu.

Hakikat peran perempuan

Dalam suatu tatanan kehidupan, perempuan memiliki peran yang dianggap penting bagi suatu kehidupan. Pertama, perempuan sebagai istri. Dalam menjalani peran sebagai istri, perempuan dituntut agar bisa memposisikan dirinya sebagai ibu, teman, dan kekasih bagi suami. Mampu berbagi rasa suka dan duka serta memahami tanggung jawabnya sebagai istri kepada suami. Kedua, perempuan sebagai sosok ibu. Seorang perempuan selalu dijadikan cerminan bagi anak-anaknya. Anak-anak cenderung meniru apa yang ia lihat dan temukan dalam keluarga. Perempuan yang menjadi salah satu unsur dalam keluarga merupakan penentu dari arah dn sikap anak pada masa mendatang. Ketiga, perempuan sebagai anggota masyarakat. Posisi dan kedudukan perempuan dalam kehidpan bermasyarakat sudah sangat jelas yakni sebgai anggota masyarakat yang memiliki sejumlah hak dan kewajiban tentunya. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat. Dalam sudut pandang agama pun dijelaskan untuk menegakkan keadilan dalam berbagai bidan kehidupn, baik ranah domestik maupun publik.

Perempuan dalam ruang lingkup masyarakat

Pemahaman masyarakat dalam berbudaya yang menyangkut tentang perempuan, status, dan posisinya dalam hidup sosial sangat beragam sesuai dengan perkembangan waktu dan keadaan. Namun tergantung pada pemahaman-pemahaman tersebut berhubungan dengan posisi kaum hawa di berbagai komunitas. para antropolog sekalipun, dalam menyelidiki posisi perempuan dalam perkembangannya dimasyarakat seceara tidak sadar ikut dalam perdebatan tentang asal-usul dan polemik tentang keterpinggiran kaum perempuan. Dengan begitupun kajian terhadap hubungan hirarki antara laki-laki dan perempuan menjadi penting.

Diawali dari beberapa pemahaman tetentu terhadap perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan yang terisolaasi dalm waktu yang cukup panjang, berpatok oada terbentuknya sistem nilai. Sistem nilai yang menjadi sebuah pola, tuntutan bahkan mengikat masyarakat dalam bersikap pada proses kehidupan sosialnya. Sistem nilai yang membentuk sebuah kultur tertentu dalam mempossikan dan memberi peran pada kaum hawa dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Pada hakikatnya, adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, sesungguhnya tidak menjadi sebuah masalah dan oleh karena itu seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Secara hakikatnya kaum hawa dengan organ reproduksinya bisa hamil, melahirkan dan menyusui, dan kemudian memiliki sebuah peran gender sebagai perawat, pengasuh dan pendidik adalah hal yang alamiah. Pada hakikat persoalannya adalah ternyata peran gender perempuan dinilai dan dihargai jauh lebih rendah dibanding peran gender laki-laki. Peran gender ternyata melahirkan sebuah ketidakailan, diskriminasi dan penindasan tehadap kaum perempuan. Hal ini pada dasarnya adalah sebuah kontruksi sosial buda yang dibangun oleh komunitas tertentu.

Polemik dan Modernisasi

Seiring berkembangnya zaman, pola pikir masyarakat pun mulai berkembang. Perempuan tidak harus dan tahu tentang urusan dapur saja, tapi juga harus cerdas agar dapat mendidik anaknya dengan baik. Tetapi, dalam beberapa pola pikir masyarakat masih mempunyai pandangan pada perempuan dan menempatkan perempuan di dalam pekerjaan yang bersifat domestik sehingga adanya pandangan dalam sebuah tatanan kebudayaan yang berekembang dalam  masyarakat yang bersifat patriarki, dirasa tidak adil dan bersifat misoginis, sehingga perempuan terbelunggu dalam tatanan kebudayaan.

Namun sebagian perempuan yang mempunyai pandangan dalam melawan budaya patriarki dan misoginis, mereka pun mulai melakukan penetrasi terhadap budaya yang membelenggu mereka. Perempuan-perempuan mulai maju secara progresif menuju moderniasasi. Mulai dari berkembangnya pola pikir, kebebasan dalam bermasyarakat, menjadi seorang perempuan karir, sampai pada cara berpakaian dan berpenampilan didepan umum. Sebagian masyarakat menganggap modernisasi ini menyimpang dari peraturan dan stigma yang tumbuh sejak lama dalam kebudayaan masyarakat, dan tidak lagi bersifat konservatif.

IMG-20230731-WA0017
NewsSekolah

Hari Pertama Sekolah T.A 2023-2024

Hari pertama di Sekolah Bintang Madani dan SMA Sygma Omni penuh dengan keseruan dan kegembiraan. Semangat para siswa baru terpancar dari wajah mereka saat mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)

ppdb
BeritaBerita GambarNews

Penerimaan Siswa Baru PPDB 2023-2024 Sekolah Bintang Madani dan Sygma Omni School

PENERIMAAN SISWA BARU SEKOLAH BINTANG MADANI DAN SYGMA OMNI SCHOOL 2023-2024

 

ACARANews

Menjaga Jasmani yg Kuat dalam Mengisi Arti Kemerdekaan

Menjaga Jasmani yang Kuat dalam Mengisi Arti Kemerdekaan

Oleh: Ust. Ardiansyah Ashri Husein, Lc., M.A.

Makna Kekuatan

Dalam Al-Qurán tidak kurang dari 28 ayat yang berbicara tentang kekuatan, baik fisik maupun spiritual. Hadits Nabi pun banyak yang menjelaskan pentingnya menjaga fisik agar senantiasa kuat, karena banyak ibadah yang dapat dilaksanakan apabila fisknya kuat. Kekuatan (Al Quwwah) ada empat makna, yakni Siddah (Keras), Saitoroh (Menguasai), At Tamaqqun (Mendominasi), dan Al Ihkam (Memutuskan).

Kekuatan dalam Al-Quran, digambarkan oleh Allah SWT dalam berbagai aspek, baik fisik, spiritual, dan keimanan, di antaranya:

  • S Ar Ruum 30:54, tentang proses penciptaan manusia dalam keadaan lemah yang berangsur-angsur Allah berikan kekuatan, dan kemudian menjadi lemah kembali (tua)
  • S Al Anfal 8:60, tentang seruan untuk mempersiapkan diri dalam menempa kekuatan untuk berjuang di jalan Allah
  • S Hud 11:52, tentang Allah membersamai orang-orang yang berjuang (memberi kekuatan)
  • S At Taariq 86:10, tentang tidak ada penolong dan tidak ada kekuatan dari azab Allah
  • S Al Baqarah 2:165, tentang kekuatan Allah yang Maha Mutlak
  • S Maryam 19:12, tentang hikmah kepada Nabi Yahya untuk mengambil ilmu dengan kekuatan (kesungguhan)

Sedangkan Kekuatan dalam Hadist di antaranya seperti diriwayatkan oleh Muslim, yakni mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah SWT daripada mukmin yeng lemah.

Kekuatan dalam Islam

Sebagaimana tergambar dalam karakteristik dakawah, kekuatan penting dalam Islam karena sebagai salah satu penopang ibadah dan untuk melindungi agama.

  • Dakwah Salafiyah, salafiyah yang dimaksud adalah manhaj yang mengikuti ulama generasi salaf (yang hidup pada 300 tahun pertama)
  • Thariqah Sunniyah, jalan yang kita ikuti berdasarkan sunnah-sunnah Rasulullah saw. yang diajarkan oleh ulama ahlu sunnah waljamaah
  • Haqiqah Shufiyah, hakikatnya adalah kaum shufiyah yang mensucikan diri dari penyakit-penyakit hati (memiliki aspek pensucian jiwa).
  • Haiáh Siyasiyah, mencakup dunia politik, yakni kita menggunakan kekuatan politik untuk melindungi agama, karena siyasiyah maknanya digunakan untuk dua hal, yakni menjaga agama (memayungi agama) dan mengelola dunia.
  • Jamaáh Riyadhiyyah, yang senantiasa menjaga kebugaran jasmani dan memperhatikan aspek kesehatan. Rasulullah saw mempraktikan 11 jenis olahraga, mulai dari jalan kaki sampai gulat.
  • Rabitah Ílmiyyah Tsaqafiyah, yakni menambah ilmu dan pengetahuan dengan senantiasa belajar baik formal maupun nonformal.
  • Syirkah Iqtishadiyyah, senantiasa memperhatikan aspek ekonomi, seperti bekerja, memiliki profesi, berpenghasilan, dsb.
  • Fikrah Ijtimaíyyah, membawa fikrah sosial (tidak antisosial). 

 

Mengapa Kekuatan?

Ibunda Aisyah ra pernah mengatakan, “Islam harus kuat, sehat, dan prima. Contohi Umar bin Khattab”.

Qawiyyul Jismi atau Kekuatan Jasmani, maknanya adalah seorang muslim harus memiliki daya tahan tubuh yang prima sehingga dapat menjalankan ajaran Islam secara optimal.

 

Jenis-jenis Kekuatan dalam Islam

  • Quwwah Ma’nawiyah, yakni kekuatan spiritual yang perlu kita rawat karena akan membantu kekuatan fisik, meliputi kekuatan iman dan aqidah; kekuatan kemauan dan Azzam; kekuatan ilmu; dan kekuatan akhlaq.
  • Quwwah Maddiyah, yakni kekuatan fisik yang meliputi kekuatan jasmani; kekuatan ekonomi; dan kekuatan keprajuritan;

Kekuatan sangat diperlukan dalam dakwah dan amal Islami, oleh karena itu kita perlu merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kekuatan rohani dan jasmani (Q.S Al Anfal 8:60 dan Ar-ra’du 13:11). Adapun hal-hal yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan (berdasarkan pengalaman para ulama) di antaranya adalah:

  • Membiasaan menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan
  • Mengamalkan pola makan yang sunnah (makan saat tidak terlalu lapar dan berhenti saat belum terlalu kenyang)
  • Menjaga berat badan agar tetap seimbang
  • Membiasakan mengkonsumsi makanan-minuman yang halal dan sehat
  • Menjaga durasi tidur yang cukup 6-8 jam, kalau pun sangat sibuk, jangan kurang dari 6 jam, tapi juga jangan berlebihan
  • Memiliki semangat dan kegemaran berolahraga, terutama olahraga sunnah (berenang, memanah, dan menunggang kuda)
  • Menjaga kesehatan badan dengan beraktivitas dan beristirahat seimbang (tidak berlebihan dalam beraktivitas), seperti rapat dibatasi sampai 10 malam.
  • Meninggalkan aktivitas merokok dan aktivitas lain yang dapat merusak tubuh, karena rokok lebih banyak mudharat daripada manfaatnya
  • Tidak berlebih-lebihan mengkonsumsi gula, garam, lemak, kopi, dan minuman-minuman bersuplemen
  • General check up kesehatan, minimal 6 bulan sekali sebagai investasi kesehatan dan antisipasi jika ada penyakit kronis sehingga bisa dicegah sedini mungkin.
  • Puasa sunnah, minimal ayyamul bidh (3 hari) atau Senin Kamis (8 hari) dalam sebulan.
  • Shalat tahajjud, dengan bangun pagi untuk sholat tahajud badan akan merasa segar dan hari-hari yang akan dilaluinya.

Untuk mendapatkan materi lengkap bisa mengunjungi channel YouTube Sekolah Bintang Madani https://www.youtube.com/watch?v=ScWrtsgGqts, jangan lupa like, share, subscribe, dan comment yaaa…..

Informasi tentang kegiatan Pengajian Bulanan dapat menghubungi call center Sygma Foundation 0812 4000 3156

E IMG_8678
ACARANews

Upacara Bendera 17 Agustus dan Lomba Seru

“Memaknai Kemerdekaan Hakiki”

Rabu, 18 Agustus 2021

Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdakaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia….merdeka, sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih di kandung badan, kita tetap setia tetap sedia mempertahankan Indonesia, kita tetap setia tetap sedia membela negara kita…..

Lagu Hari Merdeka nampaknya menjadi lagu wajib manakala kita memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Ya, semua orang rasanya hapal syair dan liriknya. Tak hanya muda dan tua, kanak-kanak pun banyak yang membawakan lagu tersebut dalam berbagai versi. Ada pesan yang masuk ke alam bawah sadar kita, bahwa kita akan selalu setia membela tanah air kita.

Tak mau ketinggalan, keluarga besar Sygma Foundation pun ingin turut meramaikan hari Kemerdekaan RI yang tahun ini berusia 76 tahun. Dengan tagline yang ditetapkan oleh Pemerintah RI, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, seluruh guru dan karyawan Sygma Foundation mengadakan Upacara Bendera pada Rabu, 18 Agustus 2021 yang dilanjutkan dengan aneka lomba yang seru.

Bertindak selaku Pembina atau Inspektur Upacara adalah Ketua Yayasan Sygma, Agung Sulanjana, S.Pd. Sebagai Pemimpin Upacara adalah Pimpinan Divisi Pendidikan, Pepen Supendi, S.P., M.M. Adapun pembaca Teks Proklamasi adalah Kepala SMP Bintang Madani, Imas Herawati, S.Pd., pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 adalah Kepala TK Bintang Madani, Enur Nurhayati, S.Psi., pembaca Al-Qurán adalah Kepala SD Bintang Madani, Salman Imaduddin, S.Pd., dan pembaca Doa adalah guru Al-Qurán, Odis Munawar, S.Pd.I. Sebagai ajudan Pembina Upacara adalah Wakil Kepala Sekolah SD Bidang Kurikulum, Imam Firmansyah, S.Pd.I.

Adapun pengibar Bendera Merah Putih adalah tim Guru Al-Qurán terdiri dari Hamim Ahmad, S.Pd, Irfan Abdul Aziz, S.Pd.I, dan Fikri As-Sidiqi, S.Psi. Tak lupa, paduan suara yang merupakan gabungan guru dan karyawan dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah SMP Bidang Kesiswaan, Eneng Nurjanah, S.Pd. yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Wajib Nasional secara medley: Bagimu Negeri, Hari Merdeka, dan Bangun Pemudi Pemuda.

Upacara berlangsung khidmat dan khusyu serta tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyampaikan, merdeka dalam hakikatnya adalah pembebasan diri kita dari segala penghambaan kepada selain Allah SWT, seperti syahadah yang kita lantunkan setiap hari. Para pahlawan telah membebaskan dari perbudakan. Kemerdekaan juga membebaskan diri dari penghambaan terhadap hawa nafsu.

Setelah upacara, Divisi HCD mengumumkan The Best Employee of Six Month, yang dinilai dari Januari hingga Juni 2021. Dengan memperhatikan kriteria kehadiran yang tak pernah terlambat sehari pun dan tidak pernah izin serta pencapaian kinerja yang dinilai oleh atasannya secara langsung, karyawan terbaik kali ini jatuh kepada Siti Nurhanisyah, S.Pd.I, guru Al-Qurán SD Bintang Madani. Atas prestasinya, Siti mendapatkan piagam penghargaan dan logam mulia emas 1 gram yang diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan.

Acara selanjutnya adalah aneka lomba, mulai dari lomba volley Ikhwan dan akhwat, lomba balap karung secara estafet, lomba estafet kelereng. Tampil sebagai juara pertama lomba Volley Ikhwan adalah tim Guru Al-Qurán, sedangkan Volley Akhwat adalah tim Guru SD. Pemenang lomba balap karung secara estafet adalah tim Guru SD, sedangkan pemenang lomba estafet kelereng adalah tim Karyawan Akhwat Yayasan. Sebagai juara Umum adalah Tim Guru SD. Tak hanya para pemenang, semua peserta lomba dan karyawan juga mendapatkan hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia. (@kie)