Kontak Kami

Jl. Terusan Pesantren No. 102, Sukamiskin Arcamanik 40294 

info@sygmafoundation.org

+62 812 4000 3156

Kategori: Kegiatan

WhatsApp Image 2023-12-29 at 10.48.32
KegiatanPRESTASI

Sygma Foundation HSE Competition Award 2023

Setelah melewati penilaian Lomba Kebersihan & Kerapian Kelas oleh dewan juri. Pada tanggal 27 Desember lalu, alhamdulillah telah diumumkan para pemenang “Lomba Kebersihan & Kerapian Kelas”. Barakallah atas prestasi 🎖️Juara 1 : Kelas 11 – SMA Sygma Omni 🎖️Juara 2 : Kelas 9A – SMP Bintang Madani 🎖️Juara 3 : Kelas 4C – SD Bintang Madani ✨Juara Harapan 1 : Kelas 8A – SMP Bintang Madani ✨Juara Harapan 2 : Kelas 7A – SMP Bintang Madani ✨Juara Harapan 3 : Kelas 4A – SD Bintang Madani Penyerahan hadiah diberikan langsung oleh Sekretaris Yayasan Sygma Foundation, Bapak Dikie Mukoddas. Selamat kepada para pemenang. Semoga menjadi inspirasi kebaikan bagi orang lain
WhatsApp Image 2023-11-29 at 17.23.34_bd5706b0
ACARAKegiatan

Pengumuman pemenang lomba Budaya K3 Sygma Foundation 2023

Dalam rangka mengenalkan dan menerapkan Budaya K3 di lingkungan Sygma Foundation. Untuk pertama kalinya Sygma Foundation menyelenggarakan “1st Annual Health Safety Environment Competition Award 2023” yang diikuti oleh karyawan, guru, dan siswa sejak dibuka pada tanggal 3 November 2023. Nah, salah satu kegiatannya yaitu Lomba membuat desain poster K3 yang diikuti oleh siswa SD Bintang Madani, SMP Bintang Madani, dan SMA Sygma Omni School. Hingga ditutup tanggal 26 November 2023 lalu, dewan juri telah menerima 21 karya desain poster K3 dari siswa. Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut nama-nama pemenang Lomba Desain Poster K3 tahun 2023 Barakallah atas prestasinya bagi para pemenang lomba desain poster K3. Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta lomba yang berpartisipasi memeriahkan kompetisi ini. Pemberian piala, sertifikat, dan hadiah bagi 3 pemenang akan diinformasikan oleh panitia melalui Kepala Sekolah masing-masing unit sekolah, serta bagi seluruh peserta lomba akan mendapatkan sertifikat dan bingkisan menarik loh. Nantikan pengumuman pemenang lomba video K3 ya.
IMG-20230901-WA0007
ACARAKegiatanSekolah

Lomba Agustusan 2023

Dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan Indonesia, Yayasan Sygma Foundation yang menaungi Sekolah Bintang Madani dan SMA Sygma Omni menggelar Lomba Agustusan yang meriah. Lomba ini melibatkan siswa dan guru dalam berbagai kegiatan yang memupuk semangat patriotisme dan kebersamaan di lingkungan sekolah.

Kemeriahan Lomba Agustusan ini terlihat sejak pagi hari, saat siswa dan guru memadati halaman sekolah dengan pakaian merah-putih yang penuh semangat. Acara dibuka dengan upacara bendera yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Suasana upacara dipenuhi oleh lagu-lagu patriotik yang mengingatkan akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Setelah upacara bendera, lomba-lomba yang telah disiapkan pun dimulai. Beberapa lomba yang diadakan untuk siswa diantaranya Lomba Futsal, Mewarnai, menyanyikan lagu kebangsaan, estafet bola, balap karung, bakiak. Sedangkan lomba yang diadakan untuk guru dan karyawan diantaranya Bola Voly Ikhwan dan akhwat, Tenis Meja, Roda kehidupan, Makan kerupuk, estafet botol dan lomba penampilan menarik dari berbagai kesenian Nusantara diantaranya dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Semangat kompetisi dalam suasana yang penuh kebersamaan terasa begitu kental. “Kami senang melihat antusiasme siswa dan guru dalam memeriahkan Lomba Agustusan ini. Ini adalah wujud nyata cinta tanah air dan semangat nasionalisme,” ujar Pimpinan Education Pepen Supendi.

Dengan suksesnya Lomba Agustusan ini, Sekolah berharap semangat patriotisme dan rasa kebersamaan akan terus tumbuh dalam jiwa para siswa dan guru, serta dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam merayakan bulan kemerdekaan.

The struggle to 1
BeritaKegiatanNewsSekolah

Perjuangan menjadi sahabat Quran (Juara 2 Lomba Menulis)

Oleh: Azimi Muttaqin

Berawal dari backround yang bertolak belakang banget dengan tujuan hidup sekarang ini. Mulai dari kebiasaan nongkrong bareng sampai tengah malam bahkan hingga subuh menjelang, mengelola resto, musisi, dan lain sebagainya, yang semuanya pasti berhubungan dengan musik. Ya musik, siapa sih yang ga kenal dengan musik, hampir semua orang bahkan setiap suku di pelosok pun mengenalnya. Nikmat memang ketika mendengarkan musik pilihan sambil bersenandung (pada saat itu), sebagian orang menjadikannya sebagai hobi, apalagi kalau sudah menghasilkan puing-puing rupiah darinya.

Berbeda dengan dahulu saat kecil, terbiasa dengan amal shalih (mahdhoh dan atau ghair mahdhoh), termasuk tiada satu haripun terlewatkan tanpa tilawah Quran, satu RT ramai dengan suara kakak beradik beradu lantunan ayat suci J. Bahkan sempat menjuarai Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kota. Beberapa guru di sekolah menyebutkan namaku dihadapan siswa di kelas seakan menyarankan teman-teman untuk mencontoh bahwasannya  guruku acapkali mendengar saat aku sedang bertilawah. Banyak orang mengagumi perangaiku kala itu.

Rasanya ingin sekali melanjutkan amal shalih itu dan berencana menjadi seorang ‘Alim Ulama besar dunia. Namun takdir Allah berkata lain. Belum mendapat restu orangtua untuk memasuki pesantren favorit karena faktor penyakit yang aku alami saat itu.

Ada masa ketika harapan dan impian kita terhalang oleh tembok besar. Ada masa ketika doa dan permintaan kita tidak dikabulkan. Sayatan kekecewaan seketika datang menggurat dalam kalbu. Terasa begitu pedih dan enggan untuk melihat ke belakang. Seakan cahaya dunia meredup bersama terkuburnya asa dan cita.

Saat memasuki sekolah menengah mulailah mengenal trend masa remaja dari berbagai teman di sana. Bergaul dengan teman saat itu berpakaian ala barat, nongkrong dan bermusik. Kita mungkin mengenal pepatah “Keadaan di masa depan ditentukan oleh pilihan yang kita buat saat ini”. Seiring dengan bertambahnya usia, lewat musik dari menjadi hobi, pekerjaan dan menjalin pertemanan dengan banyak orang.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan “nyanyian” untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan”

(QS Luqman: 6).

Setiap insan pasti menginginkan kehidupan sukses dan bahagia dunia hingga akhirat. Rasanya yang aku rasakan saat itu bukanlah sebuah kebahagiaan, walaupun merasa mudah harta didapat, relasi di mana-mana, namun semakin aku dihadapkan dengan realitas kehidupan zaman post modernisme ini semakin aku ditunjukkan bahwa kebanyakan manusia gagal dalam mewujudkan cita dan asanya. Ketika manusia begitu serius dalam kehidupan mereka, begitu keras dalam perkara dunia, semakin gersang-lah spiritual, semakin jauh dengan tuhannya, semakin sedikit bekal untuk kembali diperistirahatan sejati.

Merasa tertipu karena mengikuti arus, meninggalkan islam sebagai jalan hidup, saat itu pun menjadi titik balik dan segera saya mencari pemahaman islam yang shahih. Saat itu terjadi di sebuah masjid besar kota, tepat setelah melaksanakan shalat 2 rakaat. Para jamaah diperdengarkan tausyiah dari seorang ustadz sebelum mengimami rangkaian shalat tarawih. Sebuah kalimat agung disampaikan kala itu, gendang telinga merespon gelombang suaranya, retina berhenti bergerak dan pupil terbuka lebar seakan ada medan magnet menelan perhatianku. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Rupanya setelah pencarian dalam mushaf kalimat tersebut berada tepat dalam Surah Thaha ayat ke-131, yang kemudian untaian kalimat berlanjut pada sebuah hadits

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.”

(Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052)

Saat itu pula isak tangisku akan semua fatamorgana yang membuat aku termabuk nikmat yang semu bertahun lamanya, tidak berhenti sampai di situ, sembari membuka mushaf dan sampai di ayat 53 surah Az-Zumar yang insya Allah sudah kita semua ketahui kandungannya. Baru aku sadari diriku tengah berdialog dengan Rabburrahman seakan meyakinkanku untuk terus mendekat dan berjuang mendapatkan maghfirah-Nya kini saatnya kembali kepada Rabbun Ghafur, memperbaiki setiap asa yang sempat terputus oleh api kemaksiatan.

Mulai dari sinilah, saat meninggalkan semua ajang pengotoran hati, yang menjauhkan dan atau membuat lalai dari Allah. Mulai mengikuti berbagai kajian dari yang umum hingga yang lebih spesifik lagi pada kajian kitab kuning yang berisikan ulumul syar’i. Awal pertemuan dengan kawan-kawan shaleh rasanya seperti tanjiro berhadapan dengan para pilar..?! kaku dan penuh dengan tekanan ^_^

Setelah memberanikan diri berbaur bertutur kata santun, seolah mengubah semua kekakuan itu. Frekuensi suara yang tidak lebih tinggi dari lawan bicara seakan menggambarkan ketulusan dan penuh kejujuran. Tak ada yang ditutupi, semua orang saling berbagi kebahagiaan ketika bersama dengan Quran, ditambah beberapa mereka menyetorkan hafalannya bertalaqi kepada sang guru, hampir tidak ada nada yang miss dari menyentuh kalbu ini. Membuat diriku tertarik untuk bisa melantunkan irama, makharijul huruf dan fashahah lisan yang sama seperti kawan-kawan saat itu. Mungkin inilah perkataan Nabi tentang bergaul dengan penjual minyak wangi dalam riwayat bukhari.

Beberapa semester aku jalani dengan istiqamah menuntut ilmu syar’i dan menghafal Quran. Namun sampai saat itu tetap saja hafalanku berada pada halaman yang sama sejak beberapa bulan kebelakang. Sontak diriku bertanya tentang masalah ini kepada masayikh dan mereka pun merespon dengan hal serupa bertanya, yaa bunay apakah ‘seruling’ itu masih bersenandung di kepalamu? Apakah kamu melakukan hal yang bertentangan dengan kalamullah?

Sangat sulit Quran dan musik berada di hati hamba yang bertakwa. Mereka bagaikan air dan minyak. Maka pilihan ada di tangan kita wahai saudaraku. Ya! Kalian yang berdiri pada barisan calon penjaga kalamullah.

 “Cinta Al-Quran dan cinta melodi nyanyian … tidak akan berkumpul di hati seorang hamba” (Nuniyyah Ibnul Qayyim hal. 368).

Hidup adalah pilihan maka segala sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi adalah hasil dari pilihan kita. Hidup ini hanya sebentar dan sekali, maka hiduplah seperti apa yang hendak kita pilih.

Kapan saat berlari atau menepi

Beberapa bulan berlalu setelah keluar dari lembaga tempat aku menimba ilmu, kembali aku disibukkan dengan pekerjaan dan perjuanganku dalam menghafal quran dipatahkan oleh godaan nafsu, apalagi manajemen waktu yang buruk membuat hampir tidak ada interaksi dengan Quran, Innaa lillaahi..!?

Seorang guru pernah berkata kepadaku, “jika kamu hafal Quran di lembaga Quran itu hal biasa, kamu hafal Quran di lingkungan orang-orang shalih itu hal biasa, namun jika hafal Quran di lingkungan luar yang penuh tantangan itu baru luar biasa!”.

Teringat akan hal itu, akupun berjuang melanjutkan hafalan siang malam. Setiap hafal 1 halaman keesokan harinya ditambah 2 halaman begitu seterusnya, sampai menginjak 1 juz. Alhasil 1 juz yang baru pun berhasil dihapal dan beberapa juz lainnya memudar bahkan banyak ayat yang lupa.

Mencoba untuk mengembalikan lagi ayat-ayat yang sudah kuperjuangkan dahulu dengan terus memurajaahnya, Alhamdulillah beberapa kembali dan hapalan di juz yang baru pun sedikit demi sedikit memudar. Beberapa dari antum pernah mengalami hal seperti ini bukan?

Jika pernah, berarti kita perlu tahu kapan saat kita terus berjuang menghapal kapan harus rehat sejenak agar semangat itu terisi kembali. Tentu dengan istirahat yang bobot nilai agar hidup kita pun punya value dan lebih bisa bermanfaat untuk umat. Salah satunya dengan mendengarkan kajian motivasi menghafal, agar kita merefresh kembali visi kita menghafal Quran, insya Allah akan mampu me-recharge kembali semangat itu.

Sisipkan minimal 1 hari dalam 1 minggu, dan perlu diingat oleh ikhwah sekalian jangan terburu-buru untuk memperoleh hasil, cukuplah Allah yang memberikan nikmat hapal itu dan berjuanglah terus agar Allah tertarik dengan ikhtiar langit dan dunia yang kita lakukan semata-mata untuk ibadah, menghamba, berharap Allah tetap cinta, senantiasa bersihkan hati (tazkiyatun nafs). Tetap husnuzhan dan yakin rencana Allah adalah yang terbaik, jika masih belum hapal juga yakinkan diri kita bahwa sesungguhnya ayat yang sulit itu meski sudah berulang kali dihafal ternyata sedang rindu untuk dibaca oleh lisan kita.

Jika memang masih saja stuck di ayat yang sama dan seringkali lupa, boleh jadi Allah ingin mengampuni dosa lisan kita dan menggantikannya dengan pahala. Siapapun kita dahulu, apapun latarbelakang kita selama Allah ampuni dosa kita dan punya mimpi besar menyandang gelar Al Hafihz ingatlah janji Allah, ingatlah para sahabat yang masa dulunya kelam namun di akhir hayat menjadi Khalifah pemimpin umat, bermain peran melestarikan Quran, bukankah kita juga diberikan kesempatan seperti itu? Teruslah berharap rahmat dan keberkahan dari-Nya. Yakinlah bahwa selama kita berjuang apalagi nilainya ibadah Allah akan balas semua itu dengan ganjaran yang lebih baik lagi.

Ketahuilah! Sesungguhnya bila kalian bersabar atas kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menikmati kesenangan yang panjang
(Thariq bin Ziyad)

IMG-20230704-WA0012
ACARABeritaKegiatan

Graduation dan Imtihan Sekolah Bintang Madani 2023

Selamat kepada para wisudawan Sekolah Bintang Madani yang telah melewati tantangan dan meraih kesuksesan dalam acara Imtihan dan Graduation! 🎉

Kini, langkah pertama menuju masa depan yang gemilang telah kalian capai. Namun, ingatlah bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru yang penuh peluang dan tantangan. Teruslah mengejar impian dan berusaha untuk meraih kesuksesan dalam segala hal yang kalian tekuni.

Tetaplah menjaga hafalan Al-Quran yang telah kalian pelajari dengan sepenuh hati di Sekolah Bintang Madani. Hafalan Al-Quran adalah cahaya yang akan senantiasa membimbing kalian dalam hidup, memberikan ketenangan, dan membuka pintu kebijaksanaan. Jadikan Al-Quran sebagai teman setia dan sumber inspirasi sepanjang hidup kalian.

Teruslah bersinar dan menjadi panutan bagi generasi mendatang. Semoga setiap langkah kalian selalu diberkahi Allah SWT.