Kontak Kami

Jl. Terusan Pesantren No. 102, Sukamiskin Arcamanik 40294 

info@sygmafoundation.org

+62 812 4000 3156

Kategori: Berita

DSC00758
BeritaSekolah

Pra Munaqosyah SD Bintang Madani

Membangun Fondasi Unggul Melalui Program Pra Munaqosyah di SD Bintang Madani


Pendidikan adalah kunci bagi masa depan yang cerah, dan SD Bintang Madani telah mengambil langkah luar biasa untuk memberikan fondasi yang kuat bagi siswa-siswanya melalui program Pra Munaqosyah. Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang, tetapi juga memberikan peluang kepada siswa untuk berkembang secara holistik, menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Mengapa Pra Munaqosyah?
Pra Munaqosyah adalah program persiapan menghafal Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh SD Bintang Madani. Tujuan utamanya adalah membekali siswa dengan dasar-dasar pembacaan dan hafalan Al-Qur’an sejak dini. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang ajaran-ajaran agama Islam.

Uniknya Program Pra Munaqosyah di SD Bintang Madani

1. Metode Pembelajaran Inovatif
Program ini tidak hanya berfokus pada hafalan semata, tetapi juga menerapkan metode pembelajaran inovatif yang membuat siswa lebih mudah memahami dan mengingat ayat-ayat Al-Qur’an. Guru-guru terlatih dengan baik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.

2. Pendekatan Holistik
SD Bintang Madani memahami pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan. Oleh karena itu, program Pra Munaqosyah tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian kepada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kreativitas siswa.

3. Dukungan Orang Tua
Orang tua memiliki peran krusial dalam keberhasilan program Pra Munaqosyah. SD Bintang Madani aktif melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, memberikan dukungan dan panduan yang diperlukan agar siswa dapat mencapai hasil yang maksimal.

Manfaat Program Pra Munaqosyah

1. Kecerdasan Spiritual
Dengan fokus pada Al-Qur’an, siswa tidak hanya mengembangkan kecerdasan akademis, tetapi juga kecerdasan spiritual. Mereka memahami nilai-nilai moral dan etika Islam, membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

2. Keterampilan Hafalan dan Pemahaman
Program ini memberikan siswa keterampilan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang arti dan makna ayat-ayat yang mereka hafal.

3. Pengembangan Kemandirian
Melalui proses hafalan Al-Qur’an, siswa belajar menjadi mandiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka sendiri. Ini menciptakan pola pikir yang positif dan berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menghadirkan Masa Depan yang Gemilang

Dengan adanya program Pra Munaqosyah di SD Bintang Madani, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal yang berkualitas, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai keagamaan dan moral yang kuat. Program ini membantu menciptakan generasi yang siap menghadapi dunia dengan keyakinan, pengetahuan, dan karakter yang unggul.

SD Bintang Madani telah membuktikan komitmennya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa-siswanya, dan program Pra Munaqosyah adalah langkah nyata menuju pencapaian visi tersebut. Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa, kita dapat bersama-sama membentuk masa depan yang penuh harapan dan kemajuan.

2023_1114_20132800
BeritaSekolah

Pesantren Al-Qur’an SMP Bintang Madani

Kecerian dan Ketekunan Kakak-Kakak di Sanqur (Pesantren Qur’an) SMP Bintang Madani: Meniti Cahaya Ilmu di Bumi Majalengka

SMP Bintang Madani telah menciptakan lingkungan belajar yang penuh semangat melalui Program Sanqur, di mana kakak-kakak kami dengan tekun belajar dan menghafal Al-Quran. Di tanah Majalengka, mereka menemukan keceriaan dan ketekunan dalam meniti perjalanan cahaya ilmu.

Semangat Belajar di Sanqur

Program Sanqur di SMP Bintang Madani tidak sekadar sebuah kurikulum, tetapi sebuah perjalanan rohaniah yang membangun semangat dan kecintaan terhadap Al-Quran. Kakak-kakak kami datang ke pesantren ini dengan hati yang lapang, siap menyerap ilmu dan kebijaksanaan yang terkandung dalam setiap ayat suci.

Kisah Keceriaan di Tengah Pembelajaran

Tidak hanya melibatkan aspek akademis, Sanqur juga menjadi wadah bagi kakak-kakak kami untuk bersosialisasi dan menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat. Setiap harinya dipenuhi dengan senyum, tawa, dan keceriaan yang melengkapi kehidupan di pesantren. Mereka tidak hanya menjadi teman sekelas, tetapi saudara seiman yang saling mendukung dan memotivasi.

Ketekunan dalam Menghafal Al-Quran

Ketekunan adalah kunci utama dalam meniti perjalanan hafalan Al-Quran. Kakak-kakak di Sanqur membuktikan bahwa dengan tekad yang bulat, mereka mampu mengatasi setiap rintangan dalam proses menghafal ayat-ayat suci. Ruang-ruang kelas penuh dengan semangat dan suara tartil yang merdu, menciptakan atmosfer yang memotivasi setiap individu untuk terus maju.

Langkah yang Mendekatkan pada Cahaya Ilmu

Setiap langkah yang diambil oleh kakak-kakak di Sanqur membawa mereka lebih dekat pada cahaya ilmu. Mereka tidak hanya memahami makna ayat-ayat Al-Quran, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses belajar di pesantren ini tidak hanya sekadar mendapatkan pengetahuan, tetapi juga meresapi dan mengamalkannya dengan penuh keikhlasan.

Melalui Program Sanqur di SMP Bintang Madani, kakak-kakak kami menemukan kebahagiaan dalam belajar dan menghafal Al-Quran. Setiap momen di pesantren ini menjadi bagian dari perjalanan rohaniah mereka, yang penuh keceriaan dan ketekunan. Kami yakin bahwa langkah-langkah mereka saat ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam memandu mereka menuju cahaya ilmu yang lebih terang di masa depan. 💫📚

BeritaPRESTASISekolah

Bintang Madani Prestasi Arjuna Rashan Wibawa

Barakallah atas prestasi ananda Arjuna Rashan Wibawa dalam mentasmi’kan Juz 30. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan kemudahan dalam menuntut ilmu agama. Terus berusaha dan berdoa. Semoga Allah senantiasa memberikan kalian keberkahan dan sukses di masa depan. Aamiin.
BeritaPRESTASISekolah

Bintang Madani Prestasi Al Amirah Qawiyyu

Barakallah atas prestasi ananda Al Amirah Qawiyyu dalam mentasmi’kan Juz 30.

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan kemudahan dalam menuntut ilmu agama.

Terus berusaha dan berdoa. Semoga Allah senantiasa memberikan kalian keberkahan dan sukses di masa depan. Aamiin.

MA TK 2023”
BeritaSekolah

Mini Assembly “Kabayan Diajar Maca” Membuka Kreativitas dan Semangat Literasi di TK Bintang Madani

Mini Assembly “Kabayan Diajar Maca” Membuka Kreativitas dan Semangat Literasi di TK Bintang Madani

Suasana riang dan ceria meliputi TK Bintang Madani pada kegiatan Mini Assembly dengan tema “Kabayan Diajar Maca” yang digelar pada tanggal 20 Desember 2023. Acara ini tidak hanya meriahkan suasana sebelum liburan semester, tetapi juga memberikan nuansa pembelajaran yang unik dan kreatif bagi anak-anak usia dini.

Dengan tema “Kabayan Diajar Maca,” TK Bintang Madani mengangkat cerita-cerita dari tokoh legendaris Kabayan untuk memperkenalkan anak-anak pada kegembiraan membaca. Acara ini diinisiasi oleh guru dan staf TK Bintang Madani, yang bertransformasi menjadi karakter-karakter akrab seperti Kabayan dan teman-temannya, menciptakan suasana edukatif yang penuh semangat.

Kepala Sekolah TK Bintang Madani, Ibu Dewi SK, menyampaikan bahwa kegiatan Mini Assembly ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan merangsang minat baca anak-anak sejak usia dini. “Kami ingin memberikan kesan positif terhadap literasi kepada anak-anak, dan tema ‘Kabayan Diajar Maca’ dipilih karena Kabayan adalah tokoh yang akrab dan bisa menjadi inspirasi bagi mereka,” ujarnya.

Dalam pertunjukan yang interaktif, anak-anak diajak untuk berpartisipasi aktif dengan menyanyi, menari, dan bermain permainan sederhana yang bertujuan mendidik. Melalui kegiatan ini, para siswa TK Bintang Madani tidak hanya diajar membaca secara langsung, tetapi juga dijejali nilai-nilai positif, seperti kerjasama, kecerdikan, dan semangat belajar.

Dengan menyelenggarakan Mini Assembly “Kabayan Diajar Maca,” TK Bintang Madani membuktikan bahwa pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif anak-anak sejak usia dini. Semoga semangat literasi dan keceriaan ini terus membimbing mereka dalam perjalanan pendidikan mereka.


WhatsApp Image 2024-01-02 at 09.23.45_c08d258d
BeritaSekolah

Kegiatan panen karya SMA Sygma Omni School tahun 2023

Well done!!!

Terlaksana dengan sukses dan lancar Mini Seminar hasil karya tulis ilmiah di beberapa SMP di Kota Bandung.

Kegiatan ini adalah rangkaian dari kegiatan panen karya SMA Sygma Omni School tahun 2023 yang bertema “Bangga dalam berkarya, bersama menjaga jiwa raga dan budaya bangsa”

Bersama kita tebar inspirasi dalam sebaik-baik karya. Sebagai implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

DSC08622
BeritaSekolah

“Gaza Berduka”: Sygma Foundation dan Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli.org) Bersatu untuk Penggalangan Dana Kemanusiaan

Sygma Foundation dan Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli.org) menggandeng tangan dalam sebuah inisiatif kemanusiaan yang bernama “Gaza Berduka”. 

Kegiatan penggalangan dana ini bertujuan untuk memberikan bantuan mendesak kepada masyarakat Gaza yang tengah mengalami situasi sulit dan penuh duka akibat berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Kerjasama antara Sygma Foundation dan Daarut Tauhid Peduli.org merupakan langkah konkret dalam menyatukan kekuatan untuk memberikan dukungan nyata kepada warga Gaza yang membutuhkan. Melalui inisiatif “Gaza Berduka”, keduanya berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan membantu meringankan beban hidup yang sedang dialami oleh masyarakat Gaza.

Daarut Tauhid Peduli.org, yang dikenal aktif dalam berbagai program kemanusiaan, menyambut baik kerjasama ini. Perwakilan DT Peduli.org, menegaskan, “Kami sangat menghargai inisiatif bersama dengan Sygma Foundation. Dalam kondisi yang sulit seperti ini, kerjasama adalah kunci untuk memberikan bantuan yang signifikan kepada mereka yang membutuhkan.”

Semoga “Gaza Berduka” menjadi langkah positif dalam memberikan harapan dan bantuan bagi mereka yang tengah menghadapi kondisi sulit di Gaza. Kerjasama antara Sygma Foundation dan Daarut Tauhid Peduli.org menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana kolaborasi dapat membuat dampak positif yang lebih besar dalam membantu sesama.


DSC08619
ACARABerita

Sekolah Bintang Madani mengadakan Shalat Istisqo & Shalat Ghaib

Hari Jumat, 20 Oktober 2023 Sekolah Bintang Madani mengadakan Shalat Istisqo & Shalat Ghaib. Kami berharap, hujan rahmat dan rezeki dari Allah SWT akan turun seperti hujan yang ditunggu-tunggu dan kami bersatu dalam doa untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Semua keluarga besar Sekolah Bintang Madani dan Sygma Omni School bersama-sama berdoa agar rizki dan keberkahan menyertai para pejuang di Palestina. Meski kami berjauhan geografis, hati kami bersatu dalam solidaritas yang tak tergoyahkan. Bersama, kita berdoa untuk perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan di Palestina.

The struggle to 1
BeritaKegiatanNewsSekolah

Perjuangan menjadi sahabat Quran (Juara 2 Lomba Menulis)

Oleh: Azimi Muttaqin

Berawal dari backround yang bertolak belakang banget dengan tujuan hidup sekarang ini. Mulai dari kebiasaan nongkrong bareng sampai tengah malam bahkan hingga subuh menjelang, mengelola resto, musisi, dan lain sebagainya, yang semuanya pasti berhubungan dengan musik. Ya musik, siapa sih yang ga kenal dengan musik, hampir semua orang bahkan setiap suku di pelosok pun mengenalnya. Nikmat memang ketika mendengarkan musik pilihan sambil bersenandung (pada saat itu), sebagian orang menjadikannya sebagai hobi, apalagi kalau sudah menghasilkan puing-puing rupiah darinya.

Berbeda dengan dahulu saat kecil, terbiasa dengan amal shalih (mahdhoh dan atau ghair mahdhoh), termasuk tiada satu haripun terlewatkan tanpa tilawah Quran, satu RT ramai dengan suara kakak beradik beradu lantunan ayat suci J. Bahkan sempat menjuarai Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kota. Beberapa guru di sekolah menyebutkan namaku dihadapan siswa di kelas seakan menyarankan teman-teman untuk mencontoh bahwasannya  guruku acapkali mendengar saat aku sedang bertilawah. Banyak orang mengagumi perangaiku kala itu.

Rasanya ingin sekali melanjutkan amal shalih itu dan berencana menjadi seorang ‘Alim Ulama besar dunia. Namun takdir Allah berkata lain. Belum mendapat restu orangtua untuk memasuki pesantren favorit karena faktor penyakit yang aku alami saat itu.

Ada masa ketika harapan dan impian kita terhalang oleh tembok besar. Ada masa ketika doa dan permintaan kita tidak dikabulkan. Sayatan kekecewaan seketika datang menggurat dalam kalbu. Terasa begitu pedih dan enggan untuk melihat ke belakang. Seakan cahaya dunia meredup bersama terkuburnya asa dan cita.

Saat memasuki sekolah menengah mulailah mengenal trend masa remaja dari berbagai teman di sana. Bergaul dengan teman saat itu berpakaian ala barat, nongkrong dan bermusik. Kita mungkin mengenal pepatah “Keadaan di masa depan ditentukan oleh pilihan yang kita buat saat ini”. Seiring dengan bertambahnya usia, lewat musik dari menjadi hobi, pekerjaan dan menjalin pertemanan dengan banyak orang.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan “nyanyian” untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan”

(QS Luqman: 6).

Setiap insan pasti menginginkan kehidupan sukses dan bahagia dunia hingga akhirat. Rasanya yang aku rasakan saat itu bukanlah sebuah kebahagiaan, walaupun merasa mudah harta didapat, relasi di mana-mana, namun semakin aku dihadapkan dengan realitas kehidupan zaman post modernisme ini semakin aku ditunjukkan bahwa kebanyakan manusia gagal dalam mewujudkan cita dan asanya. Ketika manusia begitu serius dalam kehidupan mereka, begitu keras dalam perkara dunia, semakin gersang-lah spiritual, semakin jauh dengan tuhannya, semakin sedikit bekal untuk kembali diperistirahatan sejati.

Merasa tertipu karena mengikuti arus, meninggalkan islam sebagai jalan hidup, saat itu pun menjadi titik balik dan segera saya mencari pemahaman islam yang shahih. Saat itu terjadi di sebuah masjid besar kota, tepat setelah melaksanakan shalat 2 rakaat. Para jamaah diperdengarkan tausyiah dari seorang ustadz sebelum mengimami rangkaian shalat tarawih. Sebuah kalimat agung disampaikan kala itu, gendang telinga merespon gelombang suaranya, retina berhenti bergerak dan pupil terbuka lebar seakan ada medan magnet menelan perhatianku. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Rupanya setelah pencarian dalam mushaf kalimat tersebut berada tepat dalam Surah Thaha ayat ke-131, yang kemudian untaian kalimat berlanjut pada sebuah hadits

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.”

(Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052)

Saat itu pula isak tangisku akan semua fatamorgana yang membuat aku termabuk nikmat yang semu bertahun lamanya, tidak berhenti sampai di situ, sembari membuka mushaf dan sampai di ayat 53 surah Az-Zumar yang insya Allah sudah kita semua ketahui kandungannya. Baru aku sadari diriku tengah berdialog dengan Rabburrahman seakan meyakinkanku untuk terus mendekat dan berjuang mendapatkan maghfirah-Nya kini saatnya kembali kepada Rabbun Ghafur, memperbaiki setiap asa yang sempat terputus oleh api kemaksiatan.

Mulai dari sinilah, saat meninggalkan semua ajang pengotoran hati, yang menjauhkan dan atau membuat lalai dari Allah. Mulai mengikuti berbagai kajian dari yang umum hingga yang lebih spesifik lagi pada kajian kitab kuning yang berisikan ulumul syar’i. Awal pertemuan dengan kawan-kawan shaleh rasanya seperti tanjiro berhadapan dengan para pilar..?! kaku dan penuh dengan tekanan ^_^

Setelah memberanikan diri berbaur bertutur kata santun, seolah mengubah semua kekakuan itu. Frekuensi suara yang tidak lebih tinggi dari lawan bicara seakan menggambarkan ketulusan dan penuh kejujuran. Tak ada yang ditutupi, semua orang saling berbagi kebahagiaan ketika bersama dengan Quran, ditambah beberapa mereka menyetorkan hafalannya bertalaqi kepada sang guru, hampir tidak ada nada yang miss dari menyentuh kalbu ini. Membuat diriku tertarik untuk bisa melantunkan irama, makharijul huruf dan fashahah lisan yang sama seperti kawan-kawan saat itu. Mungkin inilah perkataan Nabi tentang bergaul dengan penjual minyak wangi dalam riwayat bukhari.

Beberapa semester aku jalani dengan istiqamah menuntut ilmu syar’i dan menghafal Quran. Namun sampai saat itu tetap saja hafalanku berada pada halaman yang sama sejak beberapa bulan kebelakang. Sontak diriku bertanya tentang masalah ini kepada masayikh dan mereka pun merespon dengan hal serupa bertanya, yaa bunay apakah ‘seruling’ itu masih bersenandung di kepalamu? Apakah kamu melakukan hal yang bertentangan dengan kalamullah?

Sangat sulit Quran dan musik berada di hati hamba yang bertakwa. Mereka bagaikan air dan minyak. Maka pilihan ada di tangan kita wahai saudaraku. Ya! Kalian yang berdiri pada barisan calon penjaga kalamullah.

 “Cinta Al-Quran dan cinta melodi nyanyian … tidak akan berkumpul di hati seorang hamba” (Nuniyyah Ibnul Qayyim hal. 368).

Hidup adalah pilihan maka segala sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi adalah hasil dari pilihan kita. Hidup ini hanya sebentar dan sekali, maka hiduplah seperti apa yang hendak kita pilih.

Kapan saat berlari atau menepi

Beberapa bulan berlalu setelah keluar dari lembaga tempat aku menimba ilmu, kembali aku disibukkan dengan pekerjaan dan perjuanganku dalam menghafal quran dipatahkan oleh godaan nafsu, apalagi manajemen waktu yang buruk membuat hampir tidak ada interaksi dengan Quran, Innaa lillaahi..!?

Seorang guru pernah berkata kepadaku, “jika kamu hafal Quran di lembaga Quran itu hal biasa, kamu hafal Quran di lingkungan orang-orang shalih itu hal biasa, namun jika hafal Quran di lingkungan luar yang penuh tantangan itu baru luar biasa!”.

Teringat akan hal itu, akupun berjuang melanjutkan hafalan siang malam. Setiap hafal 1 halaman keesokan harinya ditambah 2 halaman begitu seterusnya, sampai menginjak 1 juz. Alhasil 1 juz yang baru pun berhasil dihapal dan beberapa juz lainnya memudar bahkan banyak ayat yang lupa.

Mencoba untuk mengembalikan lagi ayat-ayat yang sudah kuperjuangkan dahulu dengan terus memurajaahnya, Alhamdulillah beberapa kembali dan hapalan di juz yang baru pun sedikit demi sedikit memudar. Beberapa dari antum pernah mengalami hal seperti ini bukan?

Jika pernah, berarti kita perlu tahu kapan saat kita terus berjuang menghapal kapan harus rehat sejenak agar semangat itu terisi kembali. Tentu dengan istirahat yang bobot nilai agar hidup kita pun punya value dan lebih bisa bermanfaat untuk umat. Salah satunya dengan mendengarkan kajian motivasi menghafal, agar kita merefresh kembali visi kita menghafal Quran, insya Allah akan mampu me-recharge kembali semangat itu.

Sisipkan minimal 1 hari dalam 1 minggu, dan perlu diingat oleh ikhwah sekalian jangan terburu-buru untuk memperoleh hasil, cukuplah Allah yang memberikan nikmat hapal itu dan berjuanglah terus agar Allah tertarik dengan ikhtiar langit dan dunia yang kita lakukan semata-mata untuk ibadah, menghamba, berharap Allah tetap cinta, senantiasa bersihkan hati (tazkiyatun nafs). Tetap husnuzhan dan yakin rencana Allah adalah yang terbaik, jika masih belum hapal juga yakinkan diri kita bahwa sesungguhnya ayat yang sulit itu meski sudah berulang kali dihafal ternyata sedang rindu untuk dibaca oleh lisan kita.

Jika memang masih saja stuck di ayat yang sama dan seringkali lupa, boleh jadi Allah ingin mengampuni dosa lisan kita dan menggantikannya dengan pahala. Siapapun kita dahulu, apapun latarbelakang kita selama Allah ampuni dosa kita dan punya mimpi besar menyandang gelar Al Hafihz ingatlah janji Allah, ingatlah para sahabat yang masa dulunya kelam namun di akhir hayat menjadi Khalifah pemimpin umat, bermain peran melestarikan Quran, bukankah kita juga diberikan kesempatan seperti itu? Teruslah berharap rahmat dan keberkahan dari-Nya. Yakinlah bahwa selama kita berjuang apalagi nilainya ibadah Allah akan balas semua itu dengan ganjaran yang lebih baik lagi.

Ketahuilah! Sesungguhnya bila kalian bersabar atas kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menikmati kesenangan yang panjang
(Thariq bin Ziyad)